Alat Pemadam Api (APAR) 9 kg

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 Kg untuk Vila di Bali

Vila di Bali memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Lingkungan tropis yang asri, desain arsitektur yang memikat, dan kenyamanan yang ditawarkan menjadikan vila di Bali sebagai pilihan akomodasi favorit. Namun, seperti halnya properti lainnya, vila juga memiliki risiko kebakaran yang dapat membahayakan penghuni, properti, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, memiliki sistem keamanan yang efektif adalah hal yang mutlak, salah satunya dengan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 kg.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang pentingnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 kg untuk vila di Bali, jenis-jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang cocok, cara penggunaan yang benar, perawatan rutin, serta keuntungan membeli Alat Pemadam Api Ringan (APAR) melalui Balifire.id. Dengan informasi ini, diharapkan pemilik vila dapat meningkatkan tingkat keamanan properti dan meminimalkan risiko kerugian akibat kebakaran.

 

Alat Pemadam Api (APAR) 9 kg untuk di vila bali

 

Pengertian Dari Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

perangkat pemadam kebakaran portabel yang dirancang untuk memadamkan kebakaran kecil atau mengendalikan api sebelum berkembang menjadi kebakaran besar. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan salah satu perlengkapan keselamatan kebakaran yang wajib tersedia di berbagai tempat seperti rumah, kantor, gedung, kendaraan, dan tempat umum lainnya.

 

Apa Saja Bagian-bagian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Fungsinya?

 

 

BAGIAN- BAGIAN ALAT PEMADAM API

 

1. Tabung APAR

Fungsi:

Tabung berfungsi sebagai wadah utama untuk menyimpan media pemadam api (serbuk kimia kering, karbon dioksida/CO₂, busa/foam, atau air bertekanan) dalam tekanan tinggi.

Bahan:

Terbuat dari baja atau logam kuat yang tahan tekanan tinggi dan korosi.

2. Pin Pengaman (Safety Pin)

Fungsi:

Mencegah tuas pemicu tertekan secara tidak sengaja. Pin ini harus dicabut sebelum Alat Pemadam Api Ringan (APAR) digunakan.

Ciri:

Biasanya dilengkapi dengan segel untuk memastikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) belum pernah digunakan.

 

3. Tuas Pemicu (Handle/Lever)

Fungsi:

Digunakan untuk mengaktifkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Dengan menekan tuas ini, media pemadam akan keluar melalui nozzle atau selang.

Cara kerja:

Tekan tuas setelah pin pengaman dicabut untuk mengeluarkan media pemadam.

 

4. Nozzle atau Selang (Discharge Hose/Nozzle)

Fungsi:

Mengarahkan media pemadam langsung ke sumber api.

Jenis:

 

5. Manometer (Pressure Gauge) (khusus Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bertekanan tinggi)

Fungsi:

Menunjukkan tekanan dalam tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Jarum pada manometer menunjukkan apakah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) masih dalam kondisi siap pakai atau perlu diisi ulang.

Indikasi:

  • Zona hijau adalah Tekanan ideal (Alat Pemadam Api Ringan (APAR) siap digunakan).
  • Zona merah adalah Tekanan terlalu rendah atau terlalu tinggi (perlu pemeriksaan).

 

6. Handle (Pegangan)

Fungsi:

Sebagai pegangan saat membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan saat digunakan. Pegangan dirancang agar pengguna bisa mengarahkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan mudah.

 

7. Sabuk Tabung 

Fungsi:

Penopang untuk menjaga stabilitas tabung

 

Apa Saja Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)?

 

1. APAR Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder) : Paling Umum Digunakan

  • Cocok untuk Kebakaran Kelas A, B, dan C

  • Media Pemadam: Serbuk kimia berbahan monoammonium phosphate.

Kelebihan:

  • Bisa digunakan untuk kebakaran bahan padat, cairan mudah terbakar, dan listrik.

  • Serbaguna dan ekonomis.

  • Umumnya digunakan di: Rumah, kantor, gudang, sekolah, dan kendaraan.

Kenapa sering dipakai? Karena fleksibel untuk berbagai jenis kebakaran dan mudah ditemukan di pasaran.

alat pemadam api dry chemical powder
co2

2. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Karbon Dioksida (CO₂) : Ideal untuk Area Listrik

  • Cocok untuk Kebakaran Kelas B dan C

  • Media Pemadam: Gas karbon dioksida (CO₂) bertekanan tinggi.

Kelebihan:

  • Tidak meninggalkan residu setelah pemakaian.

  • Aman untuk memadamkan api di area yang memiliki perangkat elektronik.

  • Umumnya digunakan di: Ruang server, laboratorium, kantor, dan ruang komputer.

Kenapa sering dipakai? Karena tidak merusak perangkat elektronik dan aman untuk kebakaran akibat korsleting listrik.

3. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Busa (Foam): Cocok untuk Dapur dan SPBU

  • Cocok untuk Kebakaran Kelas A dan B

  • Media Pemadam: Busa kimia (AFFF - Aqueous Film Forming Foam).

Kelebihan:

  • Efektif memadamkan api akibat minyak dan cairan mudah terbakar.

  • Mencegah nyala ulang karena membentuk lapisan penutup di permukaan cairan.

  • Umumnya digunakan di: Dapur komersial, SPBU, dan bengkel.

Kenapa sering dipakai? Karena sangat efektif untuk memadamkan kebakaran akibat minyak dan bensin.

alat pemadam api foam
pemadam api clean agent

4. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Liquid Gas (Clean Agent)

Kegunaan:

Biasanya digunakan di ruangan tertutup seperti ruang server atau kantor administrasi.

Keunggulan:

Tidak merusak perangkat elektronik dan aman untuk manusia.

 

Dalam sistem penanggulangan kebakaran, kelas api dibedakan berdasarkan jenis bahan bakar yang terbakar. Pengetahuan tentang kelas kebakaran sangat penting untuk memilih jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sesuai. Berikut adalah klasifikasi kebakaran yang umum digunakan:

 

 

kelas kelas api

 

kelas api ada berapa?

 

1. Kelas A (Bahan Padat Mudah Terbakar)

  • Bahan yang Terbakar: Kayu, kain, kertas, plastik, karet, dan bahan padat lainnya.

  • Ciri Api: Meninggalkan bara setelah terbakar.

APAR yang Cocok:

  • Air Bertekanan (Water Pressure)

  • Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder)

  • Busa (Foam)

Contoh Kasus: Kebakaran di rumah, sekolah, atau gedung perkantoran.

 

2. Kelas B (Cairan dan Gas Mudah Terbakar)

  • Bahan yang Terbakar: Bensin, solar, alkohol, cat, oli, gas elpiji, dan pelarut kimia.

  • Ciri Api: Tidak meninggalkan bara, api cepat menyebar.

APAR yang Cocok:

  • Karbon Dioksida (CO₂)
  • Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder)

  • Busa (Foam)

Contoh Kasus: Kebakaran di SPBU, bengkel, dapur industri, atau pabrik kimia.

 

3. Kelas C (Peralatan Listrik Bertegangan)

  • Bahan yang Terbakar: Peralatan elektronik, panel listrik, kabel, dan mesin listrik.

  • Ciri Api: Melibatkan sumber listrik bertegangan.

APAR yang Cocok:

  • Karbon Dioksida (CO₂) (tidak meninggalkan residu dan tidak menghantarkan listrik)

  • Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder)

  • Clean Agent (FM-200, Novec 1230)

Peringatan: Jangan gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) air atau busa karena bersifat konduktif dan berbahaya.

Contoh Kasus: Kebakaran ruang server, laboratorium, atau ruang kontrol listrik.

 

4. Kelas D (Logam Mudah Terbakar)

  • Bahan yang Terbakar: Logam reaktif seperti magnesium, titanium, natrium, dan aluminium.
  • Ciri Api: Api sangat panas dan sulit dipadamkan menggunakan air atau busa.

APAR yang Cocok:

Serbuk Kimia Khusus (Metal Powder)

Peringatan: Jangan gunakan air karena dapat memicu reaksi eksplosif.

Contoh Kasus: Kebakaran di pabrik logam, laboratorium kimia, atau industri manufaktur.

 

5. Kelas K (atau F) (Minyak dan Lemak Dapur)

  • Bahan yang Terbakar: Minyak goreng, lemak hewani, dan minyak nabati pada suhu tinggi.

  • Ciri Api: Api sangat panas dan dapat menyebar jika disiram air.

APAR yang Cocok:

Wet Chemical (Kimia Basah): Membentuk lapisan pelindung yang mencegah api menyala kembali.

Peringatan: Air tidak boleh digunakan karena dapat menyebabkan percikan api yang lebih besar.

Contoh Kasus: Kebakaran dapur restoran, hotel, atau industri makanan.

 

Mengapa Vila di Bali Memerlukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 Kg?

 

1. Karakteristik Bangunan Vila di Bali

Sebagian besar vila di Bali memiliki kombinasi arsitektur tradisional dan modern. Penggunaan material seperti kayu, atap jerami (alang-alang), serta perabotan berbahan kain atau rotan dapat menjadi bahan bakar yang cepat terbakar jika terjadi kebakaran. Ditambah lagi dengan penggunaan peralatan listrik, dapur terbuka, dan sistem pencahayaan dekoratif yang dapat menjadi sumber risiko.

2. Risiko Kebakaran yang Umum Terjadi di Vila

Beberapa potensi risiko kebakaran yang umum di vila antara lain:

  • Korsleting listrik akibat peralatan yang tidak terawat.

  • Dapur terbuka yang sering digunakan untuk memasak bagi tamu.

  • Area outdoor seperti taman dan gazebo dengan material mudah terbakar.

  • Penggunaan lilin dan peralatan pemanas untuk menciptakan suasana romantis.

3. Kenapa Memilih Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 Kg?

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 Kg memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menangani kebakaran skala kecil hingga menengah. Keunggulan lainnya:

  • Cakupan luas semprotan sehingga efektif untuk memadamkan api dalam area besar.

  • Fleksibel untuk berbagai jenis kebakaran tergantung jenis medianya (serbuk kimia, CO2, foam).

  • Praktis dan portabel meski memiliki bobot cukup berat, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) ini masih dapat digunakan oleh individu tanpa pelatihan khusus.

 

Standar Penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Vila Bali

1. Lokasi Strategis

Penempatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)harus mempertimbangkan aksesibilitas dan potensi risiko kebakaran:

  • Dekat dapur (tempat risiko kebakaran tertinggi).

  • Ruang tamu dan area umum.

  • Dekat tangga atau pintu keluar untuk evakuasi cepat.

 

2. Ketinggian Penempatan

Tempatkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

  • pada ketinggian 0,8–1,5 meter dari lantai agar mudah dijangkau.

  • Pastikan tidak ada penghalang yang menghambat akses ke Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

 

3. Jumlah Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

  • Idealnya, sediakan satu APAR 9 kg untuk setiap area strategis.

  • Ukuran vila menentukan jumlah total APAR. Vila dengan lebih dari dua lantai memerlukan APAR di setiap lantai.

 

Perawatan dan Pemeriksaan Rutin APAR

Agar Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 9 kg selalu siap digunakan, penting untuk melakukan perawatan rutin. Berikut langkah-langkahnya:

1. Pemeriksaan Bulanan

  • Cek tekanan pada manometer, pastikan jarum berada di zona hijau.

  • Periksa kondisi fisik tabung, apakah ada karat atau kerusakan.

  • Pastikan pin pengaman masih terpasang dan tidak rusak.

2. Pengisian Ulang

  • Setelah digunakan, meskipun hanya sedikit, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) harus segera diisi ulang.

  • Lakukan pengisian ulang setidaknya setiap 1–2 tahun, bahkan jika tidak digunakan.

Berapa Harga Isi Ulang Alat Pemadam Api (APAR)?

refill atau isis ulang apar

 

3. Uji Fungsi Tahunan

Lakukan uji semprot di area aman untuk memastikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berfungsi normal.

4. Sertifikasi dan Standar

  • Pastikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) Anda memiliki sertifikasi SNI atau standar internasional lainnya.

  • Lakukan audit keamanan secara berkala di vila Anda.

 

Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk Penghuni dan Staf Vila

Memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) saja tidak cukup. Pemilik vila juga harus memastikan bahwa penghuni dan staf memahami cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Pelatihan dasar ini meliputi:

  • Simulasi kebakaran ringan untuk latihan pemadaman.

  • Pengenalan jenis-jenis kebakaran dan bagaimana menghadapinya.

  • Prosedur evakuasi darurat untuk penghuni vila.

 

Keuntungan Membeli Alat Pemadam Api Ringan (APAR)9 Kg di Balifire.id

 

Balifire.id merupakan penyedia perlengkapan keselamatan kebakaran terpercaya di Bali yang menawarkan berbagai keunggulan:

1. Kualitas Produk Terjamin

2. Konsultasi dan Layanan Profesional

3. Pengiriman Cepat dan Aman

  • Pengiriman ke seluruh Bali dengan waktu yang efisien.

  • Jaminan barang dalam kondisi sempurna saat tiba di lokasi.

4. Harga Kompetitif

  • Penawaran harga terbaik untuk pembelian grosir atau eceran.

  • Diskon khusus untuk pemilik vila atau agen properti.

 

 

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan rekomendasi terbaik sesuai kebutuhan Anda!

📞 Hubungi:

Telp: 036 1361 4041   

whatsapp

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

 

 

Showroom & Marketing

Bali

Jl. Tropong No. 4 Nusa Dua Selatan, Bali, Indonesia

Contact : 
Phone : +62 877-8089-3852
Office : 0361 3614 0417

Workshop

Lombok

Jl. Bung Karno No. 51 C Pagesangan Timur Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat

Contact : 

Phone : +62 813-8523-0013

Headquaters

Jakarta

Komplek Perkantoran Mutiara Taman Palem Blok A15, No. 27-28 Cengkareng Jakarta Barat

Contact :
Office : 021 22302338 / 021 54331863
Phone : +62 813-8523-0013

Our Maps Address